PAHLAWAN AKAN MENANGIS

OLEH :

 SONHAJI MUTIALLAH, M. MPd

Besok hari Kamis, bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Pahlawan 10 November 2011. Peristiwa bersejarah itu menjadi momen penting untuk direfleksikan mengingat jasa-jasa para pahlawan begitu besar untuk bangsa ini dan begitu indah untuk dilupakan. Momen sejarah ini mengingatkan kita bahwa kemerdakaan bangsa ini bukan dari hasil pemberian negara lain, tetapi hasil dari jerih payah pahlawan bangsa ini yang dengan berkorban jiwa dan raga sampai titik darah penghabisan untuk negeri tercinta: Indonesia.

Setiap Tanggal 10 November, bangsa Indonesia selalu memperingati-hari Pahlawan, baik dengan Upacara bendera, maupun memperingati dengan berbagai acara yang lain. Namun, apa yang telah direfleksikan oleh bangsa ini terkait peringatan hari Pahlawan itu? Peringatan hari Pahalawan, di sekolah-sekolah, intansi pemerintahan, menjadi momen untuk mengingatkan kita akan jasa-jasa para pahlawan yang telah mengukir keberhasilannya merebut tanah air dari segala bentuk intervensi asing dan penjajahan.Hari ini pula kita memperingati Hari Pahlawan sebagaimana peringatan-peringatan sebelumnya: pesan dan kesan yang disampaikan saat upacara dari waktu ke waktu semakin berubah.

Kalau dulu pesan yang disampaikan adalah membina persatuan dan kesatuan bangsa, agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kuat dan tidak mudah terpecah belah oleh bangsa asing. Sedang pesan yang perlu di sampaikan pada momen acara hari Pahlawan ini adalah masalah degradasi moral, kemerosotan nilai moral bangsa Indonesia mulai terlihat, tidak hanya terjadi pada kalangan remaja, pelajar,dan masyarakat kelas bawah. Tapi, kemerosotan moral terjadi juga pada pemipin-pemimpin bangsa di Indonesia baik dari birokrasi maupun legislative. Bila kita lihat di televisi maupun media masa betapa bangganya para pelajar melakukan pesta minum-minuman keras, melakukan seks bebas, konsumsi narkoba,dan penyimpangan social yang lain misalnya perkelahian antar pelajar, dan lain-lain. Tidak hanya di lakukan oleh pelajar tingkat SMP maupun SMA, tetapi Para mahasiswa yang secara akademisi sudah mumpuni juga tidak kalah brutalnya melakukan perkelahian massal di kampus bahkan merusak fasilitas di kampus.

Di lembaga pemerintahan tidak kalah buruknya, para Pejabat pemerintahan, Kepala Daerah, Ketua Dewan Dan Anggotanya semuanya hampir terlibat dalam tindak korupsi, bahkan lembaga kepolisisan, kejaksaan dan pengadilan, yang semestinya melindungi dan mengontrol, melindungi masyarakat juga ikut-ikutan korupsi. Tokoh masyarakat, Aktivis dan politisi mudah juga tidak kalah brengseknya juga masuk dalam lingkaran setan. Semuanya ini akan merusak sendi-sendi bangsa Indonesia. Akibatnya kemerdekaan yang dicapai bangsa Indonesia , dengan pengorbanan para pahlawan, hanya bersifat semu karena dinikmati oleh para pemimpin dan golongan tertentu. Kemerdekaan yang merupakan hak bagi seluruh Rakyat Indonesia tidak bisa dinikmati  olehnya. Tujuan bangsa Indonesia adalah melindungi segenap bangsa dan untuk memajukan kesejahteraan umum, tapi, kenyataannya?…Pengangguran meningkat, kemiskinan meningkat, biaya pendidikan sangat mahal, biaya kesehatan juga mahal, semua ini akibat dari banyaknya pelaku koruptor di Indonesia.

Memudarnya pemahaman dan minimnya antusiasme generasi muda akan sejarah bangsa ini, tentu sangat memprihatinkan. Jangankan untuk mengenal dan mengetahui sejarah para Pahlawan negeri ini, untuk sekedar membaca pun sudah kian malas.

Andaikata para Pahlawan itu bisa melihat , maka dia akan menangis dan tidak terima melihat bangsa Indonesia yang diperjuangkan ini menjadi sarangnya koruptor, menjadi bangsa yang mengalami kemerosotan moral, para pimpinannya yang mementingkan dirinya sendiri dan keluarga, tidak pedulikan rakyatnya.

Hari Pahlawan, sesungguhnya menjadi momen penting tidak saja bagi generasi muda, tetapi juga penting bagi keum tua. Kaum tua. Saya sebut “kaum tua” karena kaum tua menjadi contoh untuk para generasi muda. Jika kita melihat fenomena konflik yang santer terekspose media massa akhir-akhir ini–dimana sebuah hukum diperjualbelikan, suap-menyuap menjadi hal yang sangat lazim, sesungguhnya itu menandakan minimnya pemaknaan akan Hari Pahlawan.

Jelas, para pahlawan bukan tidak memiliki tujuan melakukan pelbagai perlawanan terhadap para penjajah yang mencoba merebut bangsa ini dan mereka (para pahlawan) tentu tidak ingin secuil tanah subur ini jatuh ke genggaman para penjajah. Terlebih, peristiwa perlawanan para pahlawan ini setelah Indonesia merdeka, meraka tahu betul betapa sulit dan penuh pengorbanan mendapatkan sebuah kemerdekaan. Ya, kemerdakaan. Kemerdakaan yang diinginkan kita semua ,Indonesia dan seluruh rakyat Indonesia.

Mari, pada momen ini kita tetap menghargai jasa-jasa para pahlawan dengan melakukan yang terbaik bagi bangsa ini. Negeri ini membutuhkan figur para pejuang, bukan para pecundang yang akan memperosokkan Indonesia ke dalam jurang kehancuran. Pemberantasan korupsi dan segala bentuk tindakan merugikan negara harus diberangus dari negeri tercinta ini , Salam perjuangan dan Selamat Hari Pahlawan 10 November 2011.